Jadi…Puasa Kapan??

•June 26, 2014 • Leave a Comment

Menjelang masuknya bulan Ramadhan, di Indonesia ini kita seringkali menemukan adanya perbedaan dalam penentuan awal Ramadhan. Hal ini dikarenakan adanya 2 metode untuk menentukan dimulainya Bulan Ramadhan, yaitu metode Rukyatul Hilal & Hisab. Kedua metode tersebut memiliki dalil pendukung yang kuat, jadi secara hukum islam keduanya boleh dilakukan.

Tulisan ini saya susun bukan dengan maksud menggurui, akan tetapi karena saya menemukan fenomena adanya masyarakat yang mengikuti keputusan pemerintah / ormas lain tanpa mengerti dasar pemikiran di balik penentuan awal bulan Ramadhan dan awal bulan Syawal. Bahkan ada yang berpikir, ambil yang puasanya belakangan aja, atau ambil yang lebarannya duluan aja…hehehe…Hal seperti ini tentunya kurang tepat dan kurang bijak. Menurut saya, sebagai kaum muslim kita harusnya mempercayai salah satu metode yang kita yakini paling tepat untuk menentukan datangnya awal bulan, dan tiap tahun kita harus konsisten untuk memulai dan mengakhiri puasa kita dengan berpatokan kepada metode tersebut.

Selanjutnya mari kita bahas lebih mendalam mengenai kedua metode tersebut beserta dalil pendukungnya, sebagai bahan pertimbangan kita dalam memilih metode yang kita yakini paling tepat

1. Metode Rukyat

Metode rukyat adalah menentukan datangnya bulan dengan cara melihat hilal (bulan baru) secara langsung. Adapun dalil yang mendukung penggunaan metode rukyat ini adalah 2 hadis berikut :

“Satu bulan ada 29 hari, maka janganlah kalian puasa hingga kalian melihat (hilal). Apabila (penglihatan kalian) terhalang oleh mendung, maka genapkanlah (sempurnakanlah) bilangannya 30 hari.” (HR. Bukhari dari Ibnu Umar)

“Berpuasalah kalian (semua kaum muslim) jika (salah satu dari kalian) melihat hilal, dan berbukalah kalian (semua kaum muslim) jika (salah satu dari kalian) melihat hilal. dan jika (penglihatan kalian) terhalang oleh mendung, maka genapkanlah (sempurnakanlah) bilangan bulan  Sya’ban itu tiga puluh hari” (HR. Bukhari melalui  Abu Hurairah)

Metode Rukyat merupakan metode yang dianut oleh 4 Mazhab besar dalam Islam (Hanafi, Maliki, Hambali, Syafii). Mazhab Hanafi, Maliki & Hambali menganut Rukyatul Hilal Global, yang berarti jika hilal sudah terlihat di salah satu Negara, maka datangnya bulan berlaku untuk seluruh dunia. Sedangkan Mazhab Syafi’i menganut Rukyatul Hilal Lokal, dimana karena adanya perbedaan mathla’ (tempat terbitnya bulan) maka saat suatu daerah melihat hilal mereka wajib berpuasa, namun daerah lain yang letaknya 120 km dari daerah tersebut tidak wajib berpuasa karena berbeda mathla’-nya. Kedua jenis rukyatul hilal ini sama-sama berdalil dan bisa digunakan.

2. Metode Hisab

Metode Hisab adalah menentukan datangnya bulan dengan cara melakukan perhitungan. Adapun dalil yang mendukung penggunaan metode hisab ini adalah Q.S Yunus ayat 5 yang artinya sebagai berikut:

“Dialah yang menjadikan matahari bersinar, dan bulan bercahaya, dan ditetapkan manzilah-manzilah bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan waktu. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.”

Namun, beberapa ulama berpendapat bahwa ayat di atas bersifat umum dan berlaku untuk semua perhitungan waktu, dan bukan khusus untuk penentuan awal dan akhir Ramadhan, sedangkan hadis untuk rukyat khusus untuk penentuan awal dan akhir Ramadhan. Jumhur ulama menyatakan bahwa penentuan awal dan akhir Ramadhan dengan menggunakan rukyat, sedangkan penggunaan hisab diperbolehkan untuk membantu pelaksanaan Rukyat.

3. Bagaimana dengan di Indonesia?

Majelis Ulama Indonesia menggunakan metode Rukyatul Hilal Lokal untuk menentukan awal/akhir bulan Ramadhan. Lokal disini maksudnya di sebatas wilayah NKRI, jadi jika di salah satu wilayah Indonesia hilal terlihat maka seluruh Indonesia akan mulai berpuasa.

4. Kesimpulan

Jadi metode yang mana yang sebaiknya kita gunakan untuk menentukan awal/akhir Ramadhan? Jawabannya kembali berpulang kepada metode apa yang anda percayai lebih tepat, karena semua metode tersebut memiliki dasar dalil yang kuat. Setiap ijtihad diberi pahala oleh Allah SWT, yang salah mendapatkan 1 pahala dan yang benar mendapatkan 2 pahala.

Yang perlu digarisbawahi disini adalah konsistensi kita sebagai umat muslim dalam memilih metode yang digunakan. Tentunya setiap tahunnya kita harus konsisten memilih metode yang sama, jangan berubah-ubah mengikuti yang lebih mudah atau mengikuti teman/saudara kita.

Jika kita tidak punya preferensi terhadap suatu metode tertentu, maka sebaiknya kita ikuti ketentuan pemerintah, karena merekalah yang bertanggung jawab atas umat muslim. Atau jika kita merupakan pengikut ajaran Muhammadiyah yang menggunakan metode hisab, maka konsistenlah dengan metode yang digunakan oleh Muhammadiyah tersebut.

Decision Tree berikut mungkin bisa menggambarkan metode mana yang sebaiknya kita pilih dalam penentuan awal/akhir Ramadhan.

Drawing1

Akhir kata, menyambut bulan puasa ini saya ingin memohon maaf atas perkataan, perbuatan dan sikap saya yang mungkin kurang berpuasa. Semoga amal ibadah kita  diridhoi dan diterima oleh Allah SWT.

Selamat Berpuasa!!

Advertisements

Dan pilihan saya jatuh kepada……

•June 17, 2014 • Leave a Comment

Hingar bingar Pilpres 2014 ini emang dahsyat banget ya…

Black campaign, caci maki, fitnah yang dijadikan fakta, fakta yang dijadikan fitnah, semuanya tersedia di media cetak, media elektronik, bahkan sampai sosial media. Ini semua bikin saya tergerak buat ikutan meramaikan pilpres ini dengan sebuah tulisan.

Untuk presiden sendiri saya udah menjatuhkan pilihan saya kepada salah satu capres (yang saya rasa bakalan kalah di pilpres ini..hahaha).  Sebelum membahas kenapa saya bisa sampai menjatuhkan pilihan saya ke beliau, Saya pengen share terlebih dahulu impian saya tentang Indonesia di masa depan.

Simpel sih sebenernya, yang pertama, saya pengen Indonesia bisa menyejahterakan rakyatnya, bisa memenuhi paling tidak kebutuhan dasar dari seluruh rakyat Indonesia.

Kedua, saya pengen Indonesia jadi negara mandiri, ga tergantung sm negara2 lain sehingga stabilitas dan ketahanan nasionalnya  terjaga.

Untuk mencapai 2 tujuan tersebut, saya berpendapat bahwa Indonesia harus punya competitive advantage di bidang pangan, energi & pertambangan sebagaimana dulu pernah saya tulis di tahun 2009 lalu,

https://mohamadbisri.wordpress.com/2009/03/15/pengembangan-industri-pangan-krusialkah/

Dan siapakah capres yang saya percaya bisa mewujudkan hal tersebut? Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, mari kita bedah satu-satu pasangan capres-cawapres yang ada berdasarkan 3 aspek :

1. Kualitas Pemimpin

Untuk penilaian terhadap kualitas pemimpin, saya mau coba menggunakan 4 sifat yang harus dimiliki oleh pemimpin dalam islam, yaitu Shiddiq (Benar), Amanah (Dapat dipercaya), Tabligh (Menyampaikan), & Fathanah (Cerdas).

a. Shiddiq (Benar dalam berucap & bertindak) :

Karena kebenaran hanya milik Allah, dan berita2 yang ada sudah terdistorsi sedemikian rupa, untuk kriteria ini saya asumsikan semua capres-cawapres maju dengan itikad baik, tujuan yang benar dan niat yang lurus.

b. Amanah (Dapat dipercaya) :

Untuk kriteria ini, pasangan nomor 1 di mata saya jauh lebih dapat dipercaya dibandingkan dengan pasangan nomor 2. Jujur saja, saya merupakan salah satu pemilih Jokowi saat Pilkada DKI kemarin, dan amanah saya beserta jutaan warga DKI lainnya telah dikhianati oleh beliau. Dan ini bukan kali pertama beliau mengkhianati amanah dari masyarakat (setelah sebelumnya Solo).

Di sisi lain, Prabowo mendapat nilai plus dari Saya mengenai masalah amanah, walaupun mendapatkan perlakuan yang kurang menyenangkan (bahkan mungkin tidak adil) dari atasannya selama di TNI, beliau masih memegang teguh janji prajurit dengan tidak membeberkan apa dan siapa yang sebenarnya berada di balik peristiwa 1998 lalu (Saya yakin Prabowo tahu siapa dalang sebenarnya dan orang yang paling bertanggungjawab terhadap peristiwa tersebut).

Untuk kedua cawapres, belum ada contoh kasus yang bisa saya bahas terkait sifat amanah ini.

c. Tabligh (Menyampaikan secara transparan & Jujur) :

Untuk poin ini, Prabowo di mata saya juga punya poin positif dengan membuat pengakuan bahwa ia melakukan penculikan di tahun 1998 dan mengambil tanggung jawab atas apa yang telah dilakukan oleh anak buahnya saat itu. Untuk Jokowi, Hatta Rajasa & JK Saya rasa belum pernah melakukan pengakuan atas suatu kesalahan yang telah dilakukan (atau prasangka baiknya  mungkin mereka memang belum punya kesalahan).

d. Fathonah (Cerdas) :

Ga punya datanya siapa yang paling pinter di antara 4 orang tersebut, harusnya hasil tes psikologi dan tes IQ-nya dibuka yah biar semua rakyat tau. Tapi penilaian subyektif Saya dari berkali2 menonton mereka di media elektronik Saya rasa tingkat kecerdasan dan kemampuan mereka secara berurutan seperti berikut : JK – Hatta Rajasa – Prabowo – Jokowi.

2. Lingkungan.

Lingkungan disini maksudnya partai-partai pendukung yang ada di balik para capres-cawapres, karena secara tidak langsung pasti kinerja mereka akan dipengaruhi oleh partai/tokoh/institusi yang mendukung mereka.

  • Barisan pendukung pasangan Prabowo – Hatta bisa dibilang mengkhawatirkan, terlebih dengan adanya Aburizal Bakrie disana. PKS dan Demokrat (walaupun tidak secara resmi mendukung) juga bukan merupakan partai yang bersih. Selain itu saya juga ga terlalu suka sama Pak Amien Rais.
  • Barisan pendukung Jokowi yang mengkhawatirkan justru dari partai pengusungnya itu sendiri, dominasi bu Mega masih keliatan sangat kental. Yah bisa dilihat sendiri sih dari saat deklarasi Bu Meganya kelihatan belum ikhlas kalau trah Soekarno putus, sampai-sampai ungkapan Petugas Partai keluar. (Yah..ibu mega memang seperti ibu-ibu pada umumnya, ga bisa menahan untuk mengungkapkan apa yang sebenernya dia rasakan :D)

Menurut saya sih ya, dengan powernya nanti Prabowo masih mungkin bisa mengendalikan partai-partai pendukung (termasuk ARB) jika terpilih. Sedangkan melihat tunduknya Jokowi sama Bu Mega,  Saya gak yakin kalau Jokowi nantinya bisa melepaskan diri dari bayang2 Bu Mega.

3. Visi Misi & Track Record Kinerja.

  • Sampai saat ini visi misi Prabowo lebih menarik buat saya, goalnya dia untuk mencapai kemandirian Indonesia sama dengan yang saya dambakan buat Indonesia. Visi Misi ini udah disusun sama beliau dari tahun 2009, dan saya rasa dia udah ngerti dan tau gimana caranya untuk mencapai itu semua. Pandangan beliau tentang sistem ekonomi Indonesia juga kurang lebih mirip sama yang Saya pernah tulis di: https://mohamadbisri.wordpress.com/2009/05/31/kritisi-sistem-ekonomi-nasional/ , jadi secara konseptual saya bisa bilang kalo dia Calon Presiden yang paling 1 pemikiran sama saya.
  • Visi Misi Jokowi sendiri bagus, dan kurang lebih sama dengan calon No.1, akan tetapi karena kepastian Jokowi nyapres baru keluar belum lama ini, maka visi misi ini juga tentunya baru disusun dan saya yakin konsepnya belum sematang punya Prabowo.
  • Track Record Prabowo di Pemerintahan belum ada, yang ada prestasi-prestasi dia saat masih aktif di Militer yang ga saya sebutin satu2 (tinggal googling).
  • Track Record Jokowi saat jadi Kepala daerah menurut saya cukup bagus, kelihatan kalau dia ada kerjanya dibandingkan Gubernur sebelumnya. Perubahan-perubahan kecil sudah ada dan beberapa sudah saya rasakan (contoh: tempat makan di Masjid Sunda Kelapa jadi rapi dan nyaman), namun sayangnya sebelum menyelesaikan permasalahan-permasalahan utama ibukota beliau sudah mau loncat ke urusan nyapres.
  • Track Record Hatta Rajasa sendiri bisa dibilang biasa saja walaupun beliau udah 3 periode jadi menteri, ga ada prestasi berarti yang sudah beliau torehkan, kecuali mungkin penyusunan konsep pembangunan berkelanjutan (MP3EI) dan dukungan dia untuk hilirisasi industri di Indonesia (contoh : realisasi UU No.4/2009 tentang minerba).
  • Track Record JK Saya rasa yang paling kinclong di antara 3 orang lainnya. Sampe dulu dibilang the real president segala. Saya rasa klo Jokowi-JK menang dia bakalan jadi the real president lagi (kalo ga direcokin Bu Mega yah).

4. Other Issue

Dari 3 poin utama di atas, udah keliatan kan presiden pilihan saya siapa? Hehehe…iya, saya pilih Prabowo – Hatta sebagai Presiden Indonesia. Selain itu, ada beberapa hal lain (non teknis) yang bikin saya makin yakin untuk memilih Prabowo – Hatta :

A). Periode 2014 – 2019 merupakan periode yang sangat penting untuk dunia Migas Indonesia. Beberapa kontrak migas (PSC) akan habis masa berlakunya, contoh : Total EP – Blok Mahakam (2017), Inpex – Blok Attaka (2017), ExxonMobil – North Sumatera Offshore (2018), CNOOC – South East Sumatera (2018), VICO – Sanga-sanga (2018), Chevron – W.Pasir (2018).

Sejalan dengan konsep kemandirian energi, Saya berharap blok-blok tersebut nantinya bisa dikelola sendiri oleh Negara/BUMN (jika memang secara keekonomian menguntungkan), dalam hal ini Pertamina. Pertamina sudah berhasil membuktikan bahwa mereka mampu mengelola blok Offshore North West Java dan West Madura Offshore lebih baik dari operator sebelumnya (peningkatan produksi yang signifikan). Sikap Prabowo dalam hal ini saya rasa sudah tegas, bahkan blok Mahakam sudah dijanjikan akan diberikan ke Pertamina. Di sisi lain, Ibu Mega (dahulu melalui Laksamana Sukardi) sudah berpengalaman menjual asset-asset pemerintah / BUMN

Selain itu, tentu kita masih ingat kasus penjualan LNG Tangguh yang sangat murah ke cina di tahun 2002 oleh Ibu Megawati (US$ 3.5 /MMBTU). Coba bandingkan dengan harga pasar LNG yang mencapai slope 14% dari harga minyak (± US$ 14 / MMBTU), tentunya saya gak mau kejadian kayak gini terulang lagi, terlebih LNG Tangguh Train-2 juga akan berproduksi di tahun 2017-2018. Dulu Pak JK sih yang sering koar2 protes soal harga LNG yang kemurahan ini, semoga ntar klo menang bisa konsisten ya pak.

B) Kontrak Freeport juga akan berakhir di 2021, dimana 2 tahun sebelum berakhir kontrak sudah bisa diperpanjang. Bahkan pemerintah saat ini sudah menyusun MoU dengan PTFI untuk memperpanjang sampai dengan 2041 L.

C) Di darah saya mengalir darah NU, ayah saya dulu sempat jadi pimpinan pengurus salah satu pesantren NU tertua di Jombang. Prabowo sendiri menurut saya sudah sangat berjasa bagi kaum santri di Jawa Timur. Dahulu pas zaman-zaman orde baru, hubungan pesantren2 dan ABRI ga bisa dibilang bagus, bahkan cenderung tegang. Di masa2 itulah ada perwira TNI yang sering koordinasi ke pesantren-pesantren untuk menjaga hubungan baik antara TNI dan pesantren, siapakah dia? Prabowo.

Hal ini jugalah yang membuat beliau cukup dekat dengan Gus Dur. Makanya ga heran kalau pesantren tua dan besar semacam Lirboyo mendeklarasikan dukungannya ke Prabowo. Saya justru heran PKB malah merapat ke Jokowi..hehehe…

Ada cerita menarik nih terkait hal tersebut, 2 minggu sebelum pasangan capres-cawapres diumumkan saya sempat pergi ke Jombang. Dan di rumah paman saya kebetulan diadakan pertemuan para kiai sepuh NU dengan Mahfud MD. Dalam pertemuan tersebut, mayoritas kiai tersebut menyarankan agar Mahfud MD merapat ke Prabowo. Sayangnya PKB di bawah mas Imin malah merapat ke Jokowi (denger2 malah Mas Imin mau ke Prabowo asal dia yg jadi cawapres, wallahu a’lam dah).

Jadi Saya rasa dukungan Mahfud MD ke Prabowo saat ini tidaklah sedangkal yang terlihat oleh publik di Mata Najwa (cuma sebatas sakit hati), Mahfud MD yang saya tau memang bukan seorang munafik atau politisi ulung yang bisa berbohong dan mengelak saat diberikan pertanyaan jebakan semacam itu. Pilihan beliau ke Prabowo merupakan pilihan logis sebagai Nahdliyin dan tentunya sudah mendapatkan berbagai masukan dari tokoh NU lainnya.

D) Last but not least, saya pribadi jengah sama media yang terlalu melebih-lebihkan citra Jokowi, mulai dari masuk got, kencing, beli sepatu 100 ribuan, sampai yang bikin saya mulai emosi adalah saat media mulai memblow up keislaman-nya Jokowi. Solat zuhurlah, baca iftitah baguslah, baca salawat baguslah,dll. Ibadah buat saya merupakan hal yang sakral, dan penggunaannya sebagai materi pemilu mengotori kesakralan ibadah tersebut.

Nah itulah semua pertimbangan Saya dalam memilih Presiden, pilihan saya ambil karena saya cinta negara saya,dan saya ingin pemimpin yang terbaik bagi Indonesia.

Selamat memilih!!

Story About Amanina Azzalea

•March 4, 2012 • 3 Comments

Tulisan di bawah ini merupakan cerita tentang anak gw yang blm sempat merasakan kejamnya dunia ini, yang belum sempat ngerasain kejahilan bapaknya, kelembutan ibunya, serta kasih sayang dari nenek2nya…

Amanina Azzalea…nama itulah yg gw pilih untuk anak pertama gw…sayangnya dia meninggal saat baru berumur sekitar 16-17 minggu di kandungan ibunya…

Arti dari Amanina adalah harapan kami, artinya kurang lebih sama dengan nama neneknya (nyokap gw: muniati). Sedangkan arti dr Azzalea adalah yg abadi..jd arti nama anak gw kurang lebih “harapan kami yang abadi”..

Nama ini mewakili seluruh proses yang gw lewati selama proses pra kehamilan, kehamilan, keguguran, bahkan sampai akhir hayat gw nanti…

Dari masa sebelum istri gw hamil gw udah berharap bgt pgn ngasih cucu buat bokap nyokap gw..terutama buat bokap gw yg waktu itu sedang terbaring sakit krn stroke..gw berharap dengan adanya cucu bs bikin bokap gw semangat untuk sembuh….

Sayangnya sebelum tahu bakalan dpt cucu, bokap gw berpulang di bulan puasa tahun lalu..
Seminggu setelah lebaran,barulah ketahuan kalau istri gw hamil 5minggu..coba saja gw tau lbh cepet…pasti akan jd berita yg sangat menyenangkan buat bokap gw sebelum akhir hayatnya….

Berita hamilnya istri gw merupakan hiburan yang paling berarti pasca wafatnya bokap gw..ini adalah hal yg dah gw tunggu2 selama 5 bulan (setelah gw married di bulan maret)…gw masih inget rasa bahagia dan haru saat pertama kali ngeliat Amanina gerak2 di perut ibunya pas di USG, kurang lebih umurnya 11 minggu waktu itu..

Proses kehamilan si Amanina ini agak berat buat istri gw, mual2nya cukup parah..jd kurus bgt deh istri gw…tp tetep gw masukin aja apapun yg bs dimakan sama istri gw…alhamdulillah, istri gw tetep bs sabar dan ga ngeluh saat kehamilan..malah gwnya yg ga sabaran gr2 istri gw susah makannya…hehehe…

Kita berdua sangat excited dengan kehadiran Amanina di perut istri gw…tiap malam,perut istri gw pasti gw cium dan gw bacain ayat kursi…tiap hari juga gw doain dia supaya bs jd pemimpin yg kuat dan hebat untuk Indonesia kelak..

Proses kehamilan terbilang lancar, g ada tanda apa2 sampai saat kontrol di minggu ke 19..tiba2 bayinya dah ga keliatan denyutnya di rahim istri gw..
Kita sempat nyari second opinion ke rumah sakit lain, ternyata hasilnya sama…amanina memang sudah meninggal di dalam perut istri gw..

We’re shocked…really2 shocked,,bener2 ga nyangka…padahal tumben2an nyokap gw ikut nganter kontrol ke rumah sakit, dan minggu lalunya kita baru aja bikin pengajian 4 bulanan buat si bayi dan ibunya…

Setelah konsultasi dengan dokter,kita akhirnya sepakat, bayinya akan dilahirkan keesokan harinya…itu berarti waktu kami bertiga tidur bareng cuma tinggal semalam lg…
malamnya, gw sm istri gw ga bs berhenti nangis…berulang kali gw ciumin perut istri gw sambil minta maaf ke dede bayi di dalamnya…gw takut si bayi kenapa2 gara2 ulah gw,kelalaian gw atau mungkin ada kata2 gw yg salah selama kehamilan istri gw…

Saat dilahirin besoknya…ternyata janin yg ada di perut istri gw berkelamin perempuan..gw jd inget betapa pinginnya gw punya anak pertama cowok…jd ada rasa bersalah yg muncul krn itu…

Akhirnya, anak gw dikuburkan di area pekuburan keluarga gw..di bawah kaki kakek gw dan di samping alm. anaknya Om uri…

InsyaAllah gw sm istri gw udah ikhlas atas kepergian anak gw, semoga dengan keikhlasan kami, dia bs menjadi pemudah jalan kami di akhirat nanti..aminn…

Menurut Hadits Qudsi: Allah SWT berfirman pada hari kiamat kepada anak-anak: “Masuklah kalian ke dalam surga!” Anak-anak itu berkata: “Ya Rabbi (kami menunggu) hingga ayah ibu kami masuk.” Lalu mereka mendekati pintu syurga! tapi tidak mau masuk ke dalamnya. Allah berfirman lagi: “Mengapa, Aku lihat merekaenggan masuk? Masuklah kalian kedalam surga!” Mereka menjawab: “Tetapi (bagaimana) orang tua kami?” Allah pun berfirman: “Masuklah kalian ke dalam syurga bersama orang tua kalian.” (Hadits Qudsi Riwayat Ahmad dari Syurahbil bin Syuaibah yang bersumber dari sahabat Nabi SAW)

Yes dear,you’ll always be our hope. See you in the afterlife…

Hayo Kita Gunakan Produk Lokal!! :)

•June 6, 2009 • 4 Comments

Agak nyambung ama postan gw yg sebelumnya:

Di sana kan gw berpendapat bahwa Sistem Ekonomi Neoklasik telah gagal untuk menyejahterakan rakyat Indonesia. Salah satunya sebabnya adalah tidak berjalannya “multiplier effect” yang diharapkan mampu merangsang perekonomian di tingkat yg lebih bawah.

Nah, salah satu cara menjalankannya adalah dengan menggerakkan sektor riil (produksi) kita.

Dalam kaitannya dengan hal ini, kita juga bisa berpartisipasi untuk meningkatkan kesejahteraan bangsa kita. Yaitu dengan menggunakan produk-produk lokal kita, jadi industri lokal kita bisa maju, penyerapan tenaga kerja akan lebih besar yang nantinya akan meningkatkan daya konsumsi masyarakat kita juga..

Selama ini kita selalu menganggap produk lokal kita jelek, ga berkualitas, dan kalah kelas dibandingkan dengan produk luar negeri..ternyata ga juga kok..banyak produk2 lokal kita yg punya kualitas bagus juga..maka dari itu gw coba bantu kumpulin produk lokal kita yg punya kualitas ok disini..gw kumpuliin dari ngubek2 internet n buka thread di kaskus..hehehe..

Ohya, tadi sore gw liat majalah SWA bulan lalu, ternyata lg membahas 250 brand lokal terbaik..wah, jadi tertarik buat nyari tu majalah gw (baru kali ini gw tertarik liat SWA :p)..nyari list lengkapnya di Webnya SWA ga nemu euy..
kalo ada yg bisa nemuin ato bantu ngelengkapin list gw ini, I really2 apreciated it 🙂

Sementara ini baru gw bagi jadi 4 kategori aja:

Pakaian:
1. Sofie
2. Biyan
3. M2000
4. (X)SML
5. Joger
6. Dagadu
7. Dannis Collection
8. Suzanna Wanasuka
9. Nail
10. Lea Jeans
11. The Executive
12. Wood
13. Stanley Adam
14. Country Fiesta
15. GT Man
16. Batik Semar, Batik Keris, dll
17. PS
18. Ocean Line
19. Hammer
20. Nevada
21. Poshboy
22. Jackerton
23. Cardinal
24. Watchout
25. Triset

Sepatu & Tas:
1. Buccheri
2. Yongki Komaladi
3. Cibaduyut
4. Edward Forrer
5. Diaz
6. Bagteria (tas)
7. EIGER
8. Piero
9. Sophie Martin
10. Zeintin
11. Exsport
12. Neosack
13. Bodypack
14. Elizabeth
15. Sebastian Reza (thx for gan, gw cari ntar ni spatu)
16. Ardilles
17. Spotec
18. New Era
19. Specs
20. President (Koper)
21. Zandilac
22. Carvil
23. Pakalolo

Elektronik:
1. Maspion
2. ION Notebook
3. Relion
4. Axioo
5. Byon
6. Zyrex
7. Muscle Power (memory)
8. PCP Motherboard
9. Sanken
10. Miyako
11. Kirin
12. Polytron
13. GTC monitor

Otomotif:
1. Tawon
2. Arina
3. Kanzen, Vipros

Others:
1. J.co, Excelso n restocafe2 lain..
2. Indomie,Equil dan produk makanan lain (banyak bgt soalnya)
3. Nusantara Online
4. Zahir (program)
5. Arfi Toys (Action Figure)
6. KASKUS
7. Hal Mar Sanitary
8. Vinoti Living
9. Polygon, Wim cycle, United (sepeda)
10. Cat Mowilek & Avian
11. Olympic & Ligna
12. Vinilon
13. Achilles, Swallow, GT Radial (Ban)
14. Penguin (tangki)
15. Sango (piring)
16. Essenza, Roman, Kanmuri
17. Peci H. Iming

Nama lokal tp punya asing:

Pemilik 65% saham ABC sekarang adalah HJ Heinz (AS).
Sariwangi, Bango, dan Taro sudah 100% milik Unilever.
Aqua, 74% dikuasai Danone (Prancis).
Helios dan Nyam-Nyam total dipegang Cambell (AS).
Ades milik Cocacola Amerika.
SGM lewat Sari Husada 82% dimiliki Numico (Belanda).
Semen Tiga Roda bikinan Indocement dipegang Heidelberg Jerman, sedangkan Semen Gresik oleh Cemex Meksiko.

Maju terus industri Indonesia!!!!

beberapa sumber:
http://www.swa.co.id/cetak.php?cid=1&id=1330&url=http%3A%2F%2Fwww.swa.co.id%2Fswamajalah%2Fsajian%2Fdetails.php%3Fcid%3D1%26id%3D1330
http://www.swa.co.id/swamajalah/sajian/details.php?cid=1&id=9224&pageNum=1
http://kuntum2008.multiply.com/journal/item/101/Krisis_Global_..Ayo_Back_To_Produck_Lokal_
http://www.swa.co.id/cetak.php?cid=1&id=1333&url=http%3A%2F%2Fwww.swa.co.id%2Fswamajalah%2Fsajian%2Fdetails.php%3Fcid%3D1%26id%3D1333
dan kaskuser tentunya…:ilovekaskus:

Kritisi Sistem Ekonomi Nasional

•May 31, 2009 • 1 Comment

Latar Belakang

Dari dulu gw ngerasa malees bgt kalo belajar tentang ekonomi, ga tau kyknya susah aja gitu masuk ke otak (gara2 bacanya males2an juga si.. ;p). Tapi kondisi ekonomi di Indonesia yang makin carut marut ini membuat gw tertarik untuk mulai baca2 buku tentang ekonomi. Sebenernya kenapa sih dari dulu kita ga bisa makmur2? Itu pertanyaan yang muncul di otak gw.

Setelah cukup berpusing-pusing ria membaca beberapa buku, gw mulai mendapatkan titik terang apa sebenarnya permasalahan ekonomi Indonesia saat ini. Masalahnya adalah, Sistem Ekonomi yang digunakan di Indonesia saat ini membuat kita tidak bisa mandiri, ekonomi nasional kita belum bisa lepas dari ketergantungan terhadap ekonomi Internasional, sehingga sangat labil dan mudah goyah.

Sistem Ekonomi Indonesia saat ini

Sistem Ekonomi di Indonesia saat ini menurut gw udah sangat melenceng jauh daripada apa yg sebenarnya dibangun oleh para Founding Fathers kita. Saat ini kita terjebak di dalam sistem ekonomi neoklasik (sejak adanya Washington Consensus di akhir tahun 1980an dikenal juga dengan neoliberalisme), yang memiliki asumsi dasar sebagai berikut:

  1. Kebutuhan manusia tak terbatas
  2. Sumber Daya terbatas
  3. Utility maximization of self interest yg relatif tak terbatas.

Dari 3 asumsi dasar itu, timbul anggapan bahwa naluri dasar manusia adalah untuk bertarung untuk memperebutkan sumber daya. Manusia disebut sebagai homo economicus (utilitarian, opportunistic, individualistic, self-centred rationalist, materialistic) , bukan sebagai homo ethicus (cooperative, truthfull, virtuous).

Dari pandangan inilah muncul prinsip ekonomi yang diajarkan kepada kita mulai dari SMP, “pengorbanan sekecil2nya untuk hasil sebesar2nya”. Teori dan Hukum dasar ekonomi (division of labour) yg dicanangkan oleh Adam Smith juga berkaitan dengan hal ini. Dengan teori invisible hand-nya, Smith menentang intervensi dari negara, dan membatasi peran negara di bidang pertahanan, hukum, dan pekerjaan publik saja.

Ga usah diperdebatkan lagi lah ya, emang sistem ekonomi seperti ini yang sekarang berjalan di Indonesia. Dari SMP ampe kuliah kyknya isi pelajaran ekonomi bab 1 pasti kyk gt..hehehe..

Sistem ekonomi yang berjalan di Indonesia dari awal tahun 1970an ini (yup, dari awal2 jaman Pak Harto) sebenarnya sangat bertentangan dengan dasar negara kita. Kalau kita lihat dasar UUD 1945, Indonesia diarahkan untuk menjadi suatu negara Sosialis-Demokratis atau SosioNasionalis (tp ga kyk NSDAP/NAZI-nya hitler yah ;p).

Sistem ekonomi pancasila (atau yang sekarang disebut-sebut ekonomi kerakyatan) mengandung suatu moralitas ekonomi yang berakar pada kedaulatan rakyat, dimana kepentingan masyarakat lebih utama dari kepentingan individu. Hubungan ekonomi berdasarkan asas kekeluargaan bukan asas individualisme. Masalah ekonomi bukan hanya soal persaingan, akan tetapi juga soal bekerjasama (koperasi). Dan pengutamaan kepentingan nasional tanpa melupakan tanggung jawab global.

Ironisnya, hanya sistem ekonomi neoklasiklah yang dikembangkan di lingkungan akademik di Indonesia. Bahkan dianggap satu-satunya paham yang paling benar. Profesor-profesor di Indonesia yang berpandangan strukturalisme atau yang menganut kapitalisme ala Jerman dan Perancis dikucilkan, dianggap naif, bahkan ada yang disingkirkan dari pemerintahan, contohnya: Pak Soemitro Djojohadikusumo diberhentikan dari menteri keuangan/ekonomi menjadi menteri pertambangan karena saat itu ingin mengadaptasi sistem ekonomi Jerman di Indonesia.

Kekurangan Sistem Ekonomi Pasar/Neoklasik/Neoliberal

Dalam suatu tulisannya (1936), Bung Hatta pernah menulis bahwa:

“Teori Adam Smith berdasar pada perumpamaan bahwa manusia adalah orang ekonomi, yang mengetahui keperluannya setinggi2nya, yang mengetahui kedudukan pasar, yang pandai berhitung secara ekonomi dan rasional, dapat menimbang sendiri apa yang beruntung baginya dan apa yang merugikan dan kemudian ia sama kuat dan sama paham dengan lawannya.

Akan tetapi orang ekonomi seperti lukisan ini hanya ada dalam dunia pikiran, sebagai dasar bekerja bagi penyelidik ilmu, dan tak ada dalam masyarakat yang lahir, yang menyatakan satu golongan kecil yg aktif dan bermodal cukup, yang memutuskan segala soal ekonomi, dan satu golongan besar, orang banyak, yang pasif dan lambat, yang tiada mempunyai tenaga ekonomi, yang kehidupannya terserah kepada keputusan golongan yang pertama..

sebab itu dalam praktik laisser-faire stelsel – persaingan merdeka dll – tidak bersua maksimum kemakmuran yang diutamakan oleh Adam Smith..Ia memperbesar mana yang kuat, menghancurkan mana yang lemah ”

Tulisan Bung Hatta di tahun 1936 itu terbukti benar sampai saat ini, ditandai oleh semakin besarnya angka Gini Index Ratio (ukuran kesenjangan) di negara-negara yang menganut sistem ekonomi kapitalisme/neoklasik (termasuk di Indonesia).

Ketidakadilan ini tidak hanya terjadi intranation akan tetapi internation juga. Kalau dipikir-pikir, kenapa sih Amerika dan Inggris selalu memperjuangkan masalah globalisasi dan Perdagangan bebas di dunia ini? (sampai2 di G-20 summit kemarin Perancis ama Jerman kesal). Karena merekalah yang “kuat” di dalam sistem dunia ini, yang memiliki modal, yang butuh tempat investasi murah, yang akhirnya mengeksploitasi negara-negara berkembang/ ”lemah” seperti Indonesia.

Akibatnya, Sistem Ekonomi pasar ini juga menghambat Indonesia untuk mencapai kemandirian ekonomi, bangsa kita ini dituntut untuk terus menjadi eksportir bahan baku, menjadi tempat tenaga kerja murah bagi perusahaan-perusahaan asing dan tidak memiliki jaringan industri yang lengkap dari hulu ke hilir.

Isu saat ini: Neoliberalisme Baik atau Buruk?

Pemerintah kita saat ini tampaknya tidak mau mengakui bahwa selama ini kita menjalankan sistem ekonomi neoklasik. Presiden kita selalu menyangkalnya, calon wakilnya pun demikian, tidak mengakui bahwa dirinya penganut aliran neoklasik.

Dalih mereka adalah saat ini Indonesia tidak menerapkan pasar bebas, dan pemerintah masih melakukan beberapa intervensi dalam beberapa kebijakan2 ekonomi.

Menurut gw, dalih mereka ini justru menunjukkan bahwa mereka tidak mengerti apa yg dimaksud dengan neolib. Neolib bukanlah hanya sebatas permasalahan free trade atau bukan. Tapi dari pola pikir, policy, serta “set of procedures” yang digunakan oleh pemerintah selama ini.

Pak Boediono di acara Economic Challenge di Metro TV berkata bahwa fokus pemerintah ke depan adalah menjaga pertumbuhan ekonomi di Indonesia, sehingga kesejahteraan masyarakat Indonesia akan meningkat. Mungkin beliau sendiri tidak sadar statement beliau di acara tersebut menunjukkan bahwa ia adalah seorang penganut teori ekonomi neoklasik.

Sistem ekonomi neoklasik memang selalu berfokus pada pertumbuhan ekonomi, melihat pertumbuhan ekonomi secara makro melalui meningkatnya GDP, serta mengharapkan pertumbuhan ekonomi tersebut akan menstimulasi masyarakat lainnya untuk tumbuh(multiplier effect). Bertolak belakang dengan sistem ekonomi kerakyatan/pancasila yang mengutamakan pembangunan masyarakat, industri2 nasional serta “grass root ekonomi” sehingga nantinya ekonomi nasional akan tumbuh dengan sendirinya. Yah, kalo boleh gw simpulkan sistem ekonomi neoklasik tuh “result oriented”, sedangkan sistem ekonomi kerakyatan lebih ke “process oriented”.

Sistem ekonomi sebenarnya ga ada yg bener/salah, semuanya tergantung kondisi negara yang akan menggunakannya. Dan menurut gw, Indonesia ga cocok menggunakan sistem ekonomi neoklasik. Kenapa?karena Indonesia belum punya Sistem Perindustrian yang kuat dan belum mampu mencukupi kebutuhan dalam negerinya sendiri, karena dalam ekonomi neoklasik yg menang adalah yang besar dan yang memiliki modal. Sistem ekonomi neoklasik sangatlah cocok jika digunakan oleh negara2 yang sudah kuat secara finansial dan infrastruktur industrinya sudah lengkap (Kyk Cina).

Jika kondisi seperti ini berlanjut terus di Indonesia, tentu akan sangat berbahaya buat negeri kita. Kenapa bahaya? Coba kita telaah lagi sebenarnya apa yg sedang terjadi di negeri kita ini:

  1. Pertumbuhan ekonomi kita saat ini salah satunya kita dapatkan dari surplus neraca perdagangan, yang didapatkan dari meningkatnya nilai ekspor. Sebenarnya apa yg selama ini kita ekspor? Tentu saja bahan baku. Kenapa kita tidak mencoba mengolah bahan baku tersebut sendiri agar kita tidak perlu mengimpornya kembali dari luar negeri? Jika sistem seperti ini terus berlanjut, Indonesia ga bakalan bisa mandiri.
  2. Ketidakmampuan negara mengelola sumber daya alamnya sendiri juga disebabkan oleh paham neoklasik ini. Sebagai contoh: perusahaan minyak asing merajalela di Indonesia dan terus menerus mengeruk kekayaan negara kita, alasan pemerintah saat ini adalah Pertamina belum mampu memproses dan mengelola minyak secara efisien (cost produksinya sekitar $20/barrel) dibandingkan dengan perusahaan2 asing ($5-$8/Barrel). Menurut gw, seharusnya pemerintah bukannya malah melempar sumber daya kita untuk diolah oleh pihak asing, tapi mendidik dan menggunakan pertamina agar mereka bisa bekerja secara efisien.
  3. Multiplier Effect yg diharapkan oleh pemerintah tidak berjalan dengan baik, sehingga kesejahteraan masyarakat tak kunjung naik serta kesenjangan antara kaya dan miskin meningkat. Kenapa multiplier effect ini ga bisa terjadi? Sebagai ilustrasi simpel aja yah: “kalau orang udah kaya, dia bakal belanja di supermarket yg pastinya lebih nyaman daripada pasar tradisional, dia bakalan menggunakan produk2 berkelas dari luar negeri dibandingkan dengan produk-produk lokal jadi dananya ga bakalan mengalir ke kelas bawah”. Atau kalau kita mau ilustrasikan di dunia Industri : “Untuk menekan cost, perusahaan akan memilih komponen-komponen murah yg diimpor dari cina dibandingkan produk lokal yg mungkin lebih mahal atau belum teruji kualitasnya, efeknya adalah UKM kita ga ada yg maju”.
  4. Privatisasi BUMN yg semakin gencar dengan alasan profesionalisme dan efisiensi. Ini merupakan salah satu ciri utama dari neolib. BUMN merupakan aset negara, instrument of expansion, accumulation regime, seharusnya pemerintah membuat mereka bisa bekerja secara profesional dan efisien, bukan malah dilepas kepemilikannya ke swasta/asing. Itu namanya lari dari tanggung jawab. Pemerintah sekarang berencana melepas KAI dan PT.Krakatau Steel, sangatlah rugi jika kita jadi melepas KS ke Lakshmi Mittal. Industri baja adalah salah satu motor pengerak pembangunan nasional, dari sanalah nanti bisa berkembang industri otomotif nasional, perumahan rakyat, dll..

Semoga saja akan ada perubahan dari sistem ekonomi Indonesia ke depannya, sehingga bisa meningkatkan taraf hidup orang Indonesia (batas kemiskinannya jangan 200rb/bulanlah, kelewatan itu), dan menjadikan Indonesia sebagai negara yg mandiri dan maju.

I Say No to “Lanjutkan”!!

Sumber:

Regulation Theory’. Robert Boyer

‘Ekspose Ekonomika’. Sri Edi Swasono

Global Inequality’. David Held

Reformation or Ruination?

•April 16, 2009 • Leave a Comment

Kalo dipikir-pikir yah..Sejak tahun 1999, arah Indonesia tuh jadi ga jelas mau kemana.  Mungkin ini gara2 semua produk orde baru dianggap jelek dan diberangus, termasuk pelita/repelita, serta penyusunan GBHN.

Padahal, menurut gw, kesemuanya itu penting buat pembangunan Indonesia secara berkesinambungan ke depannya. Efeknya adalah pemerintahan yang tak memiliki arah yg jelas, semua kebijakan dibuat berdasarkan kepentingan politik partai-partai di parlemen, yang membuat arah pemerintahan dan kebijakan bisa disetir oleh pihak2 yang ga bertanggung jawab (termasuk pihak asing). Tiap 5 tahun sekali arah pembangunan berubah dan ga ada knowledge management yg jelas untuk para anggota legislatif yang baru.

Sebenernya siapa yg bisa disalahkan atas kondisi ini? Tentu saja anggota dewan periode 1999-2004, yang dipimpin oleh Pak Amien Rais. Merekalah pembuka gerbang kebobrokan konstitusi kita dengan melakukan amandemen thdp UUD 1945 tanpa berusaha mengerti UUD 1945 itu sendiri dan kelihatannya tanpa ada niat untuk melanjutkan apa yg telah digariskan oleh para founding fathers negara kita.

Salah satu tugas parlemen adalah membuat UU, nah dari taun 1999 sampai 2004 UU yang mereka rancang pun banyak yg melukai dan melanggar UUD 45 (bahkan berlanjut sampai 2009), seperti UU tentang pengolahan ESDM, UU ttg kesejahteraan sosial, UU BHP, dan rencananya bakalan ada UU Privatisasi air. Padahal UUD adalah suatu hukum dasar yang bersifat Top to Down (lupa gw istilah anak hukumnya), dan ga boleh ada UU lain yg bertentangan dengan si UUD itu.

Semuanya ini membuat gw berpikir, kok Indonesia kayaknya lama-lama bakalan jadi negara liberal kyk AS yah. Kebijakan-kebijakan kita merapat kesana semua. Apa ada peran AS dalam serentetan kejadian yang kita namakan reformasi?

Sejarahlah yang pada akhirnya menjawab pertanyaan ini. Kalo kita lihat dengan lebih teliti, perjalanan rezim Pak Harto mirip sekali dengan Presiden Chili (diktator) periode 1974-1990 Augusto Pinochet. Pinochet jadi presiden setelah mengkudeta Presiden Salvador Allende yang sosialis (padahal Allende terpilih secara demokratis). Pinochet ini pula yang memperkenalkan sistem pasar neoliberal di Chili.

Nih gw kutip dari wikipedia:

Kudeta yang dilakukan Pinochet terhadap Allende, bila dicermati amat mirip dengan yang diduga dilakukan Soeharto terhadap Soekarno yaitu setidaknya antara lain pada:

  • Beredarnya dokumen yang meresahkan tentang perencanaan pembunuhan beberapa jenderal dan komandan-komandan militer. Hal itu selain terjadi di Chile (dokumen rencana ‘Z’) juga Indonesia (Beredarnya daftar pejabat AD yang akan dibunuh dikalangan tokoh-tokoh buruh, politisi dan elit militer Chili).
  • Disebarnya isu yang menimbulkan keresahan dan ketidakstabilan poltitik dalam negeri. Di Chile masyarakat terutama serikat buruh militan dan jenderal-jenderal konservatif mendapat kiriman kartu-kartu kecil di mana tercetak kata-kata “Jakarta Se Acerca” (Jakarta Sudah Mendekat).”

Sebenernya kenapa sih saat itu Amerika butuh diktator-diktator kayak Pak Harto, Pinochet, atau Marcos di Filipina? Jawabannya satu, untuk membendung pengaruh paham komunis dan sosialis di dunia. Wajarlah kalo di zaman Pak Harto, komunis diberangus habis! Jatuhnya para diktator-diktator tsb juga di masa yg sama, yaitu di masa akhir perang dingin.

Khusus untuk Pak Harto, di masa-masa akhir jabatannya ia semakin dekat dengan kaum muslim (yang tadinya dimusuhi olehnya), bahkan pada tahun 1991 Pak Harto naik haji untuk pertama kalinya, larangan PNS pake jilbab mulai dihapus, berkembangnya ICMI, dll. Indonesia pun saat itu udah dianggap sebagai macan asia baru (1995). Mungkin hal2 tsb adalah salah dua alasan kenapa Pak Harto pada akhirnya dijatuhkan oleh AS oleh suatu proses yang kita namakan reformasi.

Sudah menjadi rahasia umum nampaknya kalo krisis ekonomi 1998 di kawasan asia tenggara disebabkan oleh ulah beberapa economic hitman seperti George Soros. Di dalam kondisi seperti itu, saat itu Pak Harto minta bantuan dari IMF, dan saran IMF adalah pemerintah harus mengencangkan ikat pinggang dengan menaikkan harga BBM, TDL, dsb. Usul ini, malah makin memperparah kondisi sosial di Indonesia saat itu (sumber: buku “Dari Soekarno ke SBY”). Demonstrasi2 makin luas, berkembang, dan pada akhirnya mundurlah Pak Harto.

Tokoh reformasi saat itu adalah Pak Amien Rais yang mendapatkan gelar Master dan Doktornya di AS, gw ga heran kalo dia agen darisana kyk Adam Malik..hehehe..(WallahuAlam).

Yang jelas, sejak tahun 1999, dasar konstitusi kita mulai diacak-acak. Bermula dari pemilu 1999 itu jugalah, para politisi Indonesia mulai berebutan kekuasaan tanpa mikirin gimana cara memajukan bangsa ini. (Maklumlah baru kali ini ngerasain yg namanya demokrasi).

Jadi gimana yah caranya agar kita bisa kembali ke jalur yang benar? Nah ini yang gw juga bingung. Mungkin para petinggi di negara kita disuruh duduk bareng dulu, baca UUD 45 n Pancasila, mikir dan merenung apa yang founding fathers kita harapkan untuk negara ini. Karena gw percaya, yang sudah mereka gariskan saat itu, memang yang paling cocok dengan kondisi di Indonesia.

Sekali lagi gw sebut jargon orde baru ini : “menjalankan UUD 45 dengan murni dan konsekuen”. Murni berarti ga dikotori oleh UU yg bertentangan dgn dasar negara kita tsb dan konsekuen berarti dijalankan secara terus menerus dan berkelanjutan.

Dengan menjalankan ini, nantinya semua partai politik di Indonesia akan bergerak dalam platform yang sama untuk memajukan bangsa. Bukan hanya sekedar alat perebutan kekuasaan dan pengaruh seperti sekarang ini.

Studi di Belanda, ticket to a global community

•March 30, 2009 • 3 Comments

kompetiblogbadge-neo3

Disclaimer: Tulisan ini dibuat dalam rangka partisipasi penulis dalam kompetiblog (hadiahnya summer school di Belanda euy!!) Doakan saya menang yah..hehehe..

Dari zaman kuliah, penulis sudah bermimpi untuk meneruskan kuliah ke luar negeri, terutama di negara-negara Eropa. Ada beberapa negara di Eropa yang membuat penulis sangat tertarik untuk pergi kesana :

  1. Perancis : Lebih karena pengaruh sang dosen pembimbing yang berasal dari sana. Selain itu, daya tarik Perancis sebagai tujuan wisata ga usah kita ragukan lagi, jadi niatnya belajar sambil berwisata gitu disana.(amin)
  2. Spanyol : Nah, alasan untuk belajar di negara ini lebih ga penting lagi, pengen bisa nonton pertandingan Barcelona di Nou Camp tiap minggu. (amin..amin)
  3. Belanda : Karena penulis sangat mencintai sejarah, maka negeri Belanda memiliki daya tarik tersendiri buat penulis (semoga bisa kesana, amin..amin..amin). Alasan-alasan lainnya kita jabarkan di bawah nanti.

Dari ketiga negara tersebut (dan negara-negara lain di Eropa), Belanda memiliki keunggulan yang sangat menonjol. Maka dari itu, sesuai dengan tema artikel kita, kita akan bahas tentang studi di negeri Belanda lebih jauh.

Gambar 1. Keindahan Amsterdam di sore hari (Sumber gambar: www.amsterdamaccommodation.wordpress.com)

Gambar 1. Keindahan Amsterdam di sore hari (Sumber gambar: http://www.amsterdamaccommodation.wordpress.com)

Belanda : Pusat Perkembangan Ilmu Pengetahuan

Sebenarnya apa sih kelebihan negeri Belanda dibandingkan dengan negara-negara lain dalam hal pendidikan?

Satu hal yang pasti, Belanda merupakan salah satu dari pusat perkembangan ilmu pengetahuan di Eropa. Bidang-bidang keilmuan yang berkembang pesat di Belanda antara lain :

1. Teknik dan Arsitektur

Dalam bidang teknik dan arsitektur, keunggulan Belanda sudah tidak perlu diragukan lagi. Sebagai negara yang sebagian besar wilayahnya berada di bawah permukaan laut, mereka dituntut untuk maju dalam bidang konstruksi dan perawatan dam. Bukti kehebatan Belanda di bidang arsitektur bahkan bisa kita lihat di Indonesia, berbagai macam gedung bekas pemerintahan Belanda saat zaman kolonial dahulu masih berdiri dengan kokoh (Di kampus penulis dulu, bangunan peninggalan Belanda masih kokoh berdiri sedangkan gedung yang lebih baru temboknya udah retak-retak, payah bgt dah..).

Penemuan terbaru bidang konstruksi di Belanda adalah ditemukannya sistem pembangunan jalan yang bisa mengurangi tingkat kebisingan di perkotaan.

2. Ekonomi, Bisnis dan Manajemen

Sejak abad ke 17 Amsterdam sudah menjadi pusat perdagangan di Eropa, bahkan dunia. Maka dari itu, ilmu bisnis, ekonomi serta manajemen berkembang dengan pesat di Belanda.

3. Tata negara dan Sejarah

Sebagai negara yang sangat demokratis, Belanda merupakan tempat yang cocok untuk mempelajari ilmu ketatanegaraan. Sistem otonomi daerah yang dijalankan di Belanda sangatlah efektif dan teratur rapi. Selain itu, beberapa dasar ilmu negara kita memang sudah berasal dari Belanda, jadi bisa lebih mudah untuk mengkonsolidasi sistem tata negara di Belanda dengan di Indonesia.

Sebagai negeri yang pernah menjajah Indonesia, Negeri Belanda juga memiliki literatur sejarah yang lengkap dan bisa menjadi referensi bagi warga Indonesia yang ingin belajar sejarah. Pusat ilmu tata negara dan sejarah ini ada di Universitas Leiden (Salah satu universitas tertua di dunia, berdiri sejak 1575).

4. Seni dan Budaya

Sejak pertengahan abad 17 dunia seni di Belanda mulai maju dan berkembang, terutama di bidang seni lukis. Salah satu pelukis terkenal dari Belanda adalah Van Gogh. Peran Belanda sebagai pusat perdagangan saat itu membuat Belanda menjadi tempat berkumpulnya berbagai budaya di eropa yang turut memperkaya khazanah seni di negeri Belanda.

Sejak tahun 1950an, negeri Belanda mulai membuka program-program pendidikan berbahasa inggris yang terus berkembang sampai sekarang. Maka jangan heran, kalau Belanda menjadi salah satu tujuan utama dari seluruh mahasiswa di dunia untuk melanjutkan studi mereka.

Sebagai pusat dari berbagai macam jenis keilmuan di dunia yang bertaraf internasional, maka pantaslah jika kita kita sebut negeri Belanda sebagai gerbang dari komunitas global. Dan pergi belajar kesana merupakan tiket untuk masuk ke dalam komunitas global.

Gambar 2. Universitas Leiden tampak samping (Sumber gambar: www.strw.leidenuniv.nl)

Gambar 2. Universitas Leiden tampak samping (Sumber gambar: http://www.strw.leidenuniv.nl)

Belanda: Negeri Multikultural

Negeri Belanda merupakan negeri yang sangat toleran. Berbagai macam suku bangsa, agama, dan jenis pemikiran berkumpul dan berkembang disana. Maka dari itu Belanda sering disebut sebagai negara multikultural. Sebagai contoh keberagaman di Belanda, beberapa negara bagian di Belanda beragama Katolik, akan tetapi sebagian lainnya beragama Protestan. Hebatnya mereka tetap hidup berdampingan dengan damai dengan pemeluk agama lain. Bahkan penduduk agama Islam di Belanda merupakan salah satu yang terbanyak di Eropa (selain di Perancis).

Gambar 3. Masjid Mevlana di Rotterdam (Sumber gambar: www.flickr.com)

Gambar 3. Masjid Mevlana di Rotterdam (Sumber gambar: http://www.flickr.com)

Menurut cerita beberapa orang yang berkuliah disana, orang Belanda ramah-ramah dan selalu menerima pendatang dengan tangan terbuka (mungkin karena sebagian dari mereka pendatang juga). Mereka juga terbiasa hidup bergotong royong dan saling membantu (mungkin karena sejak dahulu terbiasa bekerjasama membangun dam). Paham pluralisme dan keterbukaan orang Belanda ini merupakan salah satu faktor utama yang menjadikan masyarakat Belanda sebagai suatu komunitas global. Hal ini juga membuat para pendatang (terutama kaum mahasiswa) bisa beradaptasi dengan cepat disana.

Gambar 4. Masyarakat kota Dordrecht  (Sumber gambar: www.travelpod.com)

Gambar 4. Masyarakat kota Dordrecht (Sumber gambar: http://www.travelpod.com)


Belanda: Salah Satu Pusat Wisata di Eropa.

Tentunya kalau kita dapat kesempatan belajar di negeri lain, kita pasti akan mencari negara yang indah dan memiliki banyak daya tarik wisata. Sehingga selain mendapatkan ilmu, kita juga bisa jalan-jalan dan bersenang-senang di negeri orang ;p. Dalam hal ini, negeri Belanda merupakan salah satu negara di Eropa yang memiliki banyak sekali daya tarik wisata.

Gambar 5. Salah satu rumah miring di Amsterdam  (Sumber gambar: www.phy.hr)

Gambar 5. Salah satu rumah miring di Amsterdam (Sumber gambar: http://www.phy.hr)

Orang-orang yang pernah pergi ke Belanda, pasti pernah berfoto dengan latar belakang kincir angin. Penghasil sumber daya listrik terbesar di Belanda ini memang merupakan ciri khas dari Belanda.

Bunga Tulip juga merupakan suatu obyek yang menarik para wisatawan di dunia untuk datang ke Belanda. Tiap tahunnya ada ribuan wisatawan yang datang ke Belanda hanya untuk melihat bunga ini. Bunga yang diimpor dari Turki sejak tahun 1593 ini memang bunga yang unik dan indah.

Gambar 6. Sekumpulan BungaTulip  (Sumber gambar: www.en.wikipedia.org)

Gambar 6. Sekumpulan BungaTulip (Sumber gambar: http://www.en.wikipedia.org)

Selain kincir angin dan bunga tulip, Belanda masih memiliki beberapa obyek wisata lainnya. Dari wisata yang bersifat edukatif sampai wisata yang menjurus kepada dosa (Red Light District dan wisata ganja Belanda);p..Maka dari itu tidak salah jika kita sebut Belanda sebagai salah satu pusat pariwisata di eropa, bahkan di dunia.

Studi di Belanda: Ticket to a Global Community

Seperti yang telah kita jabarkan sebelumnya, ada tiga aspek utama yang membuat Belanda menjadi pintu gerbang ke komunitas global, yaitu kemajuan ilmu pengetahuan, majunya pariwisata, serta masyarakat yang bersifat multikultural.

Maka dari itu, untuk mendapatkan tiket ke komunitas global, kita bisa mulai dengan belajar di negeri Belanda. Akan tetapi satu hal yang harus diingat, walaupun kita belajar di negeri lain, bukan berarti kita harus meninggalkan identitas kita sebagai warga Indonesia. Justru kita harus mengembangkan budaya kita agar turut memperkaya khazanah budaya di negeri lain yang kita tinggali.

Kita harus ingat budaya dan sifat dasar kita, serta melestarikan sifat-sifat dasar tersebut (kecuali budaya ngaret yah). Karena dimanapun kita berada, belajar, dan hidup kita tetaplah Indonesia!

indonesia1

(sumber gambar: edit sendiri dari gambar di PC saya)